Banda Aceh rencanakan atur pemanfaatan GSB untuk fasilitas umum

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh berencana merevisi peraturan terkait pemanfaatan Garis Sempadan Bangunan (GSB). Rencana tersebut mencuat dalam rapat yang berlangsung pada senin (19/07/202) pagi waktu setempat di ruang rapat BPKK Banda Aceh.

Kepala BPKK Banda Aceh M. Iqbal Rokan menyebut rencana pemanfaatan GSB tersebut dalam rangka memaksimalkan potensi PAD Kota Banda Aceh. Sebab menurut amatan di lapangan, selama ini terdapat beberapa bank yang membangun ATM pada GSB namun tidak berkonstribusi terhadap pendapatan kota.

“Sesuai perwal no 44 tahun 2010, GSB dimanfaatkan untuk pejalan kaki dan lokasi parkir. Namun di lapangan, terdapat GSB yang juga dimanfaatkan sebagai lokasi ATM. ” Jelas Iqbal.

Iqbal juga menambahkan, pemanfaatan GSB tersebut mempertimbangkan hilangnya potensi pendapatan daerah dari sektor retribusi parkir.

“Jadi GSB yang seharusnya dapat digunakan sebagai lokasi parkir, menjadi berkurang luasannya karena ada bangunan ATM tersebut. sehingga kita harus menemukan solusi atas permasalahan ini.”

Namun, pemanfaatan tersebut juga harus dipastikan tidak akan mengganggu fungsi asli dari GSB tersebut. Iqbal menekankan pentingnya keberadaan GSB bagi pejalan kaki dan parkir.

“Pejalan kaki juga harus dipastikan tidak terganggu dengan pemanfaatan GSB ini. Dan juga harus dibuat batasan pemanfaatannya. Sehingga GSB hanya boleh dimanfaatkan untuk bangunan yang bersifat publik atau dengan kata lain untuk fasilitas umum.” Pungkasnya