InfoKegiatanSEKILAS KOTA

Maksimalkan Potensi PAD, Pemko Banda Aceh Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan IT

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan fungsi alat perekam transaksi online (tapping box).

Kepala Bidang Pendataan Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK) Banda Aceh, Zuhri, menjelaskan bahwa alat ini telah digunakan sejak tahun 2020 lalu. Penggunaan alat ini merupakan rekomendasi dari tim Koordinator dan Supervisi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (Korsupgah KPK).

“Pada tahap pertama, ada 30 alat yang sudah dipasang untuk mencatat transaksi pada usaha wajib pajak. Tahun ini rencananya kita akan menambah 39 alat lagi.” Ujarnya.

Untuk itu Zuhri menambahkan bahwa Pemko Banda Aceh melakukan rapat via zoom dengan P.T FTF Globalindo selaku salah satu perusahaan penyedia jasa pasangan Tapping Box.

“Rapat hari ini (Selasa, 05/10/2021) dilakukan untuk menjajaki layanan seperti apa yang dapat mereka berikan. Kita mau alat ini berfungsi dengan baik sehingga dapat memaksimalkan potensi pendapatan daerah di Kota Banda Aceh.” Tuturnya.

Sebelumnya, penjajakan juga telah dilakukan dengan beberapa perusahaan penyedia jasa sejenis. Penjajakan ini dilakukan untuk mengetahui pelayanan seperti apa yang akan diberikan oleh vendor kepada Pemko Banda Aceh sebagai penerima manfaat.

“Sebelumnya kita juga sudah melaksanakan rapat dengan PT. Telkomsel untuk membahas hal yang sama. Kita menginginkan yang terbaik, maka dari itu kita sangat terbuka dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Pada intinya Pemko Banda Aceh mencari perusahaan yang mampu mendukung upaya kami dalam memaksimalkan potensi PAD.” Pungkasnya.

Sebagai informasi, tapping box adalah alat pencatat transaksi secara online yang berfungsi mencatat transaksi pada mesin cash register secara realtime. Alat ini berguna sebagai dasar penetapan pajak bersifat self assesment seperti pajak hotel, parkir, hiburan, maupun restoran. Tapping box merupakan buah dari kerjasama antara Bank Aceh Syariah dengan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memaksimalkan potensi Pendapatan Daerah.

Share:
Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh telah melaksanakan rapat pembukaan pelelangan Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2021. Pelelangan BMD berupa 22 unit kendaraan yang terbagi dalam 18 item barang tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (18/11/2021) siang waktu setempat. Pada kegiatan yang berlangsung di ruang rapat BPKK Banda Aceh tersebut, turut hadir M. Hasbi selaku pejabat lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh, saksi lelang KPKNL, perwakilan Bagian Hukum Pemko Banda Aceh, Inspektorat, Satpol PP & WH, serta Dinas Perhubungan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK) Banda Aceh M. Iqbal Rokan S. STP usai kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua peserta lelang. “Alhamdulillah lelang BMD hari ini berjalan lancar. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam pelelangan ini”. Iqbal Rokan juga menjelaskan, hingga waktu pelelangan dengan mekanisme tertutup (closed bidding) melalui internet ini berakhir, penawaran tertinggi yang masuk ke KPNKL adalah sebesar Rp. 629.999.999. “Sehingga otomatis, yang bersangkutan kita tetapkan sebagai pemenang lelang BMD pada hari ini. Untuk proses selanjutnya, kita berharap pemenang dapat menyelesaikan pembayaran sesuai aturan yang telah ditentukan sehingga proses pengalihan barang dapat segera dapat kita lakukan”, Ujarnya. Lebih lanjut Iqbal mengungkapkan dengan berakhirnya pelelangan ini maka nantinya BMD tersebut akan dihapus dari daftar inventaris barang Pemerintah Kota Banda Aceh. Dengan begitu, maka pengguna dan pengelola BMD telah terbebas dari tanggung jawab atas barang tersebut. “Jadi dengan ini Pemindahtanganan BMD yang sudah tidak bisa digunakan dan/atau dimanfaatkan melalui mekanisme lelang ini kami nyatakan selesai. Semoga hasilnya dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan anggaran di Kota Banda Aceh”, Pungkasnya.