KegiatanSEKILAS KOTA

BPKK Buka Loket Pembayaran PBB di Kantor Camat, Ini Jadwalnya

Banda Aceh – Demi memudahkan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), BPKK Banda Aceh akan membuka loket pembayaran PBB pada masing-masing kecamatan di Kota Banda Aceh. Pembukaan loket pembayaran PBB tersebut akan dilaksanakan secara bergilir di kantor camat setempat mulai tanggal 13 hingga 23 Desember 2021.

Hal tersebut diutarakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK) Banda Aceh M. Iqbal Rokan S. STP di ruang kerjanya pada hari Kamis (9/12/2021) pagi waktu setempat. Iqbal Rokan juga mengajak masyarakat untuk dapat segera menyelesaikan kewajibannya tersebut.

“Sehubungan dengan jatuh tempo pembayaran PBB pada 29 Oktober 2021 lalu, BPKK melalui UPTB PBB-BPHTB akan membuka loket pembayaran di kantor camat. Saya berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat untuk membayar PBB”, Ujarnya.

Lebih lanjut Iqbal menjelaskan, sesuai dengan undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, PBB merupakan salah satu mata pajak yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Pajak Daerah merupakan sumber pendapatan daerah yang menjadi modal bagi kita untuk membangun kota. Jadi partisipasi seluruh masyarakat untuk mewujudkan Kota Banda Aceh yang nyaman dan layak huni sesuai dengan visi Banda Aceh Gemilang, dapat dilakukan dengan membayar PBB secara tepat waktu ”, tuturnya.

Terakhir, Iqbal juga menghimbau bagi para Keuchik dan petugas PBB tingkat gampong untuk dapat hadir ke kantor camat masing-masing pada tanggal yang telah ditentukan.

“Undangan bagi Keuchik dan petugas PBB akan disampaikan oleh masing-masing Camat. Kehadiran mereka akan sangat membantu untuk mendampingi warganya masing-masing dalam proses pembayaran PBB”, Pungkasnya.

Berikut jadwal pembayaran PBB pada masing-masing kecamatan:

1. Kecamatan Jaya Baru 13 Desember 2021 Pukul 10.00 WIB s/d selesai
2. Kecamatan Kuta Raja 14 Desember 2021 Pukul 10.00 WIB s/d selesai
3. Kecamatan Meuraxa 15 Desember 2021 Pukul 10.00 WIB s/d selesai
4. Kecamatan Syiah Kuala 16 Desember 2021 Pukul 10.00 WIB s/d selesai
5. Kecamatan Baiturrahman 17 Desember 2021 Pukul 10.00 WIB s/d selesai
6. Kecamatan Kuta Alam 20 Desember 2021 Pukul 10.00 WIB s/d selesai
7. Kecamatan Banda Raya 21 Desember 2021 Pukul 10.00 WIB s/d selesai
8. Kecamatan Lueng Bata 22 Desember 2021 Pukul 10.00 WIB s/d selesai
9. Kecamatan Ulee Kareng 23 Desember 2021 Pukul 10.00 WIB s/d selesai

Share:
Banda Aceh - Empat tahun sudah pasangan Aminullah Usman – Zainal Arifin memimpin Kota Banda Aceh. Banyak perubahan yang telah dilakukan oleh pasangan hasil pemilihan umum 2017 tersebut. Mulai dari pembenahan di bidang birokrasi dan pelayanan publik hingga perbaikan sarana dan prasarana kota. Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh sebagai salah satu instansi yang berada dalam lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk mendukung visi walikota tersebut. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan aset Kota Banda Aceh, BPKK dituntut untuk terus melakukan berbagai inovasi. BPKK selaku koordinator PAD Kota Banda Aceh menyusun bermacam strategi untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Diantaranya dengan menggandeng Bank Aceh Syariah untuk mewujudkan sebuah sistem yang mampu melakukan monitoring transaksi secara real time pada usaha milik wajib pajak. Kehadiran sistem monitoring pajak online tersebut diharapkan mampu mendongkrak realisasi PAD Kota Banda Aceh. Kepala BPKK Banda Aceh M. Iqbal Rokan menyebutkan bahwa sektor ekonomi merupakan salah satu fokus utama Pemko Banda Aceh dibawah komando pasangan Amin-Zainal selain agama dan Pendidikan. “Dan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Banda Aceh, BPKK siap bekerja ekstra menggali setiap potensi PAD sebagai modal mewujudkan peningkatan ekonomi rakyat.” Ujarnya. Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya agar penyusunan belanja daerah berorientasi pada pencapaian hasil dan peningkatan proporsi belanja untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat Kota Banda Aceh. Berdasarkan data yang dihimpun dari aplikasi Simpang Keudah, persentase belanja publik Kota Banda Aceh sejak tahun 2017 selalu berada pada angka diatas 55 %. Bahkan ketika pandemi covid-19 pada tahun 2020, belanja publik Kota Banda Aceh menyentuh angka 60,34% dari total APBK Banda Aceh sebesar 1,36 Triliyun rupiah. Dalam melaksanakan tugas mengelola keuangan kota, BPKK Banda Aceh juga melakukan pembinaan kepada setiap OPD terkait pelaporan keuangan. BPKK juga berhasil membangun sejumlah sistem informasi dan aplikasi untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang baik. “Kehadiran sistem informasi seperti Sigolabang, SIPKD, juga aplikasi Simpang Keudah merupakan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap akuntabilitas, efisiensi, serta transparansi dalam hal pengelolaan keuangan,” Ungkap M. Iqbal Rokan, Kepala BPKK Banda Aceh. Sukses Pertahankan WTP Berkat tata kelola dan sistem pelaporan keuangan yang baik itulah, Banda Aceh sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak 13 kali berturut-turut. “Alhamdulillah, Kota Banda Aceh pada tahun ini berhasil mempertahankan WTP ke-13. Capaian ini merupakan bukti nyata komitmen walikota dalam mengelola keuangan kota secara professional dan akuntabel. WTP tersebut merupakan kado terindah 4 tahun kepemimpinan Amin-Zainal yang dipersembahkan bagi segenap warga Kota Banda Aceh.” Ungkap Iqbal Rokan. Iqbal menjelaskan bahwa opini WTP tersebut diketahui saat penyerahan Laporan hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Kepala BPK Perwakilan Aceh Arif Agus di Aula BPK RI Perwakilan Aceh 26 April silam. Dalam penyerahan LHP tersebut, Walikota didampingi oleh Ketua DPRK Farid Nyak Umar, Sekdako Amiruddin, dan Kepala BPKK Banda Aceh. Atas capaian tersebut, Walikota menyampaikan apresiasinya. “Terimakasih kepada seluruh jajaran pemko Banda Aceh yang telah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur, sesuai dengan standar akutansi, standar keuangan yang disajikan Pemko Banda Aceh sehingga mendapatkan WTP ini,” ujar Aminullah. Sejak tahun 2017, Kota Banda Aceh juga selalu mendapat predikat terbaik atas Akurasi Data, Ketetapan Penyetoran IWP, JKK dan JKM Pegawai ASN dari PT. Taspen. Tidak hanya itu, pada tahun 2019 BPJS juga turut memberikan penghargaan sebagai juara pertama se- Aceh dan Sumatera Utara dalam hal Percepatan Pembayaran BPJS. Namun, berbagai penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama dari pemerintahan Amin-Zainal. Itu hanyalah sebentuk penyemangat bagi pemerintah kota dalam usahanya untuk mensejahterakan masyarakat dan mewujudkan visi Banda Aceh Gemilang dalam bingkai syariat.